Tuesday, January 15, 2019

Free Online Test - 16 Personalities

Book Review John C Maxwell, The 5 Levels of Leadership: Proven Steps to Maximize Your Potential





Setiap bagian dari buku ini didesain untuk membahas salah satu dari lima level kepemimpinan. Dalam bagian bagian itu, anda akan mempelajari aspek aspek dari level itu, baik yang positif maupun negatif, tindakan apa yang sebaiknya anda ambil di level itu, keyakinan apa yang membantu seorang pemimpin naik ke level berikutnya, dan bagaimana level itu berhubungan dengan hukum hukum kepemimpinan. Jika anda sudah mengetahui hukum hukum kepemimpinan dengan sangat baik, pemahaman anda akan diperdalam saat anda melihat bagaimana hukum hukum itu sesuai dengan kelimat level ini. Namun sekalipun anda belum terlalu memahami hukum hukum yang ada, anda akan memahami konsep mendasar di balik setiap hukum itu dan bagaimana merekapkannya. Saya juga menyediakan panduan pengembangan diri untuk setiap level. Bagaimanapun juga, sebelum kita membahas tiap level lebih dalam lagi, saya ingin memberi anda gambaran singkat mengenai setiap level, dan bagaimana mereka saling melengkapi, serta membagikan beberapa pemikiran mengenai setiap level
Level 1- Jabatan
Jabatan adalah level terendah dalam kepemimpinan, tingkatan awal. Satu satunya pengaruh yang dimiliki oleh seseorang yang memimpin berdasarkan jabatan adalah pengaruh yang diberikan oleh jabatannya. Orang lain mengikuti, karena keharusan. Kepemimpinan yang mengandalkan jabatan dilakukan berdasarkan hak yang diterima dari jabatan mereka. Memiliki jabatan tidak salah, namun menggunakan jabatan untuk membuat orang lain mengikuti itu salah. Jabatan tidak bisa menggantikan pengaruh.
Orang yang hanya mencapai level 1 bisa menjadi atasan, namun mereka tidak pernah menjadi pemimpin. Mereka memiliki bawahan, bukan anggota tim. Mereka mengontrol orang orang mereka mengandalkan peraturan, kebijakan, dan bagan organisasional. Orang orang mereka hanya bersedia mengikuti sesuai dengan batasan batasan wewenang mereka. Orang orang mereka biasanya hanya melakukan apa yang diminta dari mereka. Saat pemimpin yang mengandalkan jabatannya meminta tambahan usaha atau waktu, biasanya mereka tidak memperolehnya.
Pemimpin yang mengandalkan jabatannya biasanya tidak akan bisa bekerja dengan para sukarelawan, orang orang yang lebih muda, dan mereka yang berpendidikan tinggi. Mengapa? Karena pemimpin yang mengandalkan jabatan biasanya tidak memiliki pengaruh dan kelompok orang yang baru saja disebutkan tadi cenderung tidak mau diatur.
Jabatan adalah satu satunya tingkatan yang tidak membutuhkan kemampuan dan usaha untuk meraihnya. Siapapun bisa ditunjuk untuk mengisi sebuah jabatan

Level 2- Perkenanan
Satu satunya hal yang mendasari kepemimpinan di level 2 adalah hubungan dengan orang lain. Pada level perkenanan, orang lain mengikuti karena mereka ingin. Saat anda menyukai orang lain dan mempelakukan mereka seakan akan mereka bernilai, anda mulai mengembangkan pengaruh di dalam diri mereka. Anda mengembangkan rasa percaya. Lingkungan yang jauh lebih positif, baik di rumah, di tempat kerja, saat bermain, atau saat menjadi sukarelawan
Agenda untuk para pemimpin di level 2 bukanlah menjaga posisi mereka. Tujuan mereka adalah mengenal orang orang mereka dan menemukan bagaimana bekerja bersama mereka. Para pemimpin menemukan siapa sesungguhnya orang orang mereka. Pengikut menemukan siapa sesungguhnya pemimpin mereka. Orang orang membangun hubungan yang kokoh dan bertahan lama
Anda bisa menyukai orang lain tanpa memimpin mereka, namun anda tidak bisa memimpin orang lain dengan baik jika anda tidak menyukai mereka. Itulah inti dari level 2

Level 3- Produktivitas
Salah satu bahaya mencapai level perkenanan adalah seorang pemimpin akan tergoda untuk berhenti di sini. Namun para pemimpin yang baik tidak hanya sekedar menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan. Mereka menyelesaikan segalanya!. Itulah alasan mengapa mereka harus naik ke level 3 yang didasarkan pada hasil. Pada level produktivitas, pemimpin memperoleh pengaruh serta kepercayaan, dan orang orang mulai mengikuti mereka karena apa yang telah mereka lakukan untuk organisasi.
Banyak hal positif mulai terjadi saat seorang pemimpin naik ke level 3. Pekerjaan diselesaikan, rasa percaya diri dan antusiasme meningkat, laba meningkat, orang orang tidak lagi meninggalkan organisasi itu, dan tujuan tercapai. Di level 3, kesempatan untuk terus meningkatkan hasil mulai terasa pengaruhnya
Memimpin dan mempengaruhi orang lain menjadi menyenangkan di level ini, kesuksesan dan produktivitas diakui bisa memecahkan banyak masalah. Seperti yang dikatakan oleh Joe Namath, quarterback NFL yang melegenda, “Saat anda menang, sakitnya tidak terasa”
Di level 3, pemimpin bisa menjadi orang yang mendorong terjadinya perubahan. Mereka bisa mengatasi masalah masalah sulit dan menghadapi masalah masalah yang menyakitkan. Mereka bisa mengambil keputusan sulit yang akan membuat perbedaan. Mereka bisa membawa orang orang mereka pada tingkatan efektivitas selanjutnya

Level 4- Mengembangkan orang lain
Para pemimpin menjadi besar bukan karena kekuasaan mereka, melainkan karena kemampuan mereka memberdayakan orang lain. Itulah yang dilakukan oleh pemimpin level 4. Mereka menggunakan jabatan, relasi, dan produktivitas untuk ber investasi dalam pengikut mereka dan mengembangkan mereka hingga para pengikut itu menjadi pemimpin. Hasilnya adalah reproduksi. Pemimpin di level 4 mereproduksi diri mereka sendiri.
Produktivitas mungkin bisa membuat anda memenangkan sebuah pertandingan. Namun mengembangkan orang lain akan membuat anda memenangkan kejuaraan. Dua hal selalu terjadi di level 4. Pertama, kerjasama meningkat sangat tinggi. Mengapa? Karena investasi hubungan yang besar dalam diri orang lain memperdalam hubungan dan membantu orang orang saling mengenal satu dengan yang lain lebih baik, serta memperkuat loyalitas. Kedua, kinerja meningkat. Mengapa? Karena ada jauh lebih banyak pemimpin dalam tim itu dan mereka membantu meningkatkan kinerja semua orang
Pemimpin di level 4, mengubah hidup orang orang yang mereka pimpin. Sejalan dengan itu, orang orang mereka mengikuti karena apa yang telah para pemimpin mereka lakukan untuk mereka secara pribadi dan hubungan mereka sering kali bertahan seumur hidup

Level 5- Puncak
Tingkatan tertinggi dan paling sulit dalam kepemimpinan adalah puncak. Kebanyakan orang bisa belajar untuk menapaki dari level 1 hingga 4, namun level 5 membutuhkan lebih dari usaha, keahlian dan perhatian. Level 5 membutuhkan tingkat kemampuan yang lebih tinggi. Biasanya hanya mereka yang memiliki bakat alamiah untuk memimpinlah yang bisa tiba di level tertinggi ini. Apa yang para pemimpin lakukan di level 5? Mengembangkan orang lain agar menjadi pemimpin di level 4
Seseorang yang penuh rasa hormat, menyenangkan, dan produktif bisa memberikan pengaruh besar dalam diri orang lain dan memperoleh pengikut dengan sangat mudah. Mengembangkan pengikut hingga bisa memimpin sering kali sulit. Kebanyakan pemimpin tidak melakukannya karena tindakan ini membutuhkan lebih banyak usaha, lebih dari sekedar memimpin para pengikut.
Bagaimanapun juga, mengembangkan pengikut hingga mereka bisa dan bersedia mengembangkan pemimpin lainnya adalah tugas kepemimpinan yang paling sulit. Namun inilah hasilnya, para pemimpin level 5 mengembangkan organisasi level 5. Mereka menciptakan kesempatan yang tidak diciptakan oleh para pemimpin di level lainnyua. Kepemimpinan mereka meninggalkan keadaan positif dalam pekerjaan mereka. Orang orang mengikuti mereka karena jati diri mereka dan apa yang mereka wakili. Dengan kata lain, kepemimpinan mereka memperoleh reputasi positif. Sebagai hasilnya, pemimpin di level 5 seringkali memimpin lintas jabatan, organisasi dan kadang kala juga lintas industri

Dari Buku John C Maxwell halaman 8-dst, ringkasan awal untuk mengetahui isi buku ini....

Book Review, John C. Maxwell, No Limits: Blow the CAP Off Your Capacity






TAHUKAH ANDA APA YANG MEMBATASI DIRI ANDA?
Seumur hidup, saya selalu tertarik pada kapasitas, meskipun ketika masih muda, saya tidak tahu istilah itu. Kisah masa kecil favorit saya adalah The Little Engine That Could. Ketika masih kecil, ibu saya sering membacakan kisah itu. Setelah bisa membaca sendiri, saya mengeluarkannya berulang dari rak buku. Saya memerankannya dalam pertunjukan kecil untuk keluarga saya. Saya senang mesin kecil itu percaya pada dirinya sendiri dan berhasil melewati bukit karena rasa keyakinan. Kapasitasnya meningkat karena dia mendorong dirinya hingga batasnya.
Saya teringat ilustrasi yang sering digunakan ayah saya ketika berceramah. Seseorang yang sudah tua melihat anak laki laki sedang memancing. Pak tua itu menghampiri dan melihat keadaan anak itu. Anak itu sudah menangkap dua ekor ikan kecil, tetapi si orang tua berjalan mendekat, anak itu mendapatkan ikan kakap besar
“Ikan yang cantik”, kata orang tua itu ketika si anak melepaskan ikan dari kail. Tetapi kemudian, anak itu melemparkan ikan kembali ke air.
“Apa yang kau lakukan?”, seru orang tua. “Itu tadi besar sekali”
“Ya”, jawab anak itu, “tetapi penggorengan saya lebarnya hanya 23 centimeter.
Cerita itu selalu membuat saya tertawa dan sadar bahwa pemikiran seseorang bisa membatasi dirinya sendiri
Saya juga masih ingat salah satu guru saya menceritakan kisah tentang tiga anak laki laki yang rute perjalanannya ke sekolah melewati sepanjang dinding yang tinggi. Setiap hari ketika anak anak itu berjalan ke sekolah, mereka bertanya tanya apa yang ada di sisi dinding itu. Akhirnya suatu hari, rasa penasaran mereka tumbuh begitu kuat hingga salah satu anak itu berkata, “Ayo, kita cari tahu”. Lalu, dilemparkannya topinya melewati dinding. “Sekarang, aku harus memanjat dinding ini untuk melihat ada apa di baliknya”, katanya
Dua anak lelaki lainnya melongo tidak percaya. Tetapi kemudian, ketika melihat temannya mulai memanjat, mereka melemparkan juga topi mereka melewati dinding dan menyusul temannya. Mereka tidak ingin tertinggal di belakang. Mereka ingin mengalami sendiri penemuan itu, tidak hanya mendengar dari orang lain
Saya masih ingat waktu itu saya berpikir, aku pasti juga akan melemparkan topiku sendiri melewati dinding. Saya ingin pergi ke tempat tempat baru, menemukan hal hal baru, mendorong diri saya melakukan lebih daripada yan saya pikir bisa saya lakukan. Saya masih menginginkan hal itu. Terkadang, untuk mencapai keinginan itu dibutuhkan komitmen yang berani. Sejak pertama mendengar cerita itu, sudah berulang kali saya bayangkan diri saya melemparkan topi melewati dinding, berkomitmen pada diri sendiri terus mencari dan menemukan hal hal baru yang membuat diri saya bertumbuh
Hari ini, saya meminta anda melemparkan topi anda melewati dinding

ASET KESADARAN
Tujuan saya menulis buku ini adalah membantu anda menjadi mesin kecil yang mumpuni. Saya ingin menginspirasi anda membuka sumbat yang menahan dan membatasi potensi anda. Saya ingin membantu anda keluar dari mentalitas penggorengan 23 centimeter dan memperluas pemikiran serta kemampuan anda. Saya ingin anda melemparkan topi anda melewati dinding. Saya ingin anda menerima tantangan kapasitas dan mengubah hidup anda. Apakah anda bersedia melakukannya?, jika ya, prosesnya dimulai dengan kesadaran, dengan belajar…..
1. Kapasitas anda tidak bersifat permanen
Jika anda seperti kebanyakan orang lainnya, saya yakin anda pasti menginginkan lebih dalam kehidupan anda dibandingkan yang dialami saat ini. Mungkin anda belum berhasil mencapai semua yang anda inginkan dalam hidup. Mungkin anda belum puas sepenuhnya dengan kemajuan anda. Sudahkah anda selesaikan semua yang ingin anda lakukan?, atau anda ingin melihat lebih banyak, melakukan lebih banyak, menjadi lebih dari diri anda yang sekarang?, jika anda seperti saya, anda pasti ingin mencapai lebih banyak hal. Bahkan di usia yang hampir 70 tahun. Saya belum puas, saya ingin terus berkembang dan membuat perbedaan
Apa yang menghalangi anda? Apa yang membatasi anda? Apakah anda tahu? Jika anda tidak tahu hal yang membatasi anda, bagaimana anda bisa menyingkirkannya?
Anda mungkin pernah mendengar pepatah, “Kalau ingin sebuah tugas diselesaikan, serahkan pada orang sibuk”. Itu mungkin terdengar tidak beralasan, tetapi itu benar. Orang orang yang bisa menyelesaikan banyak hal tampaknya bisa mengatasi lebih banyak lagi dan tetap produktif. Kenapa begitu? Apakah orang orang tertentu punya kapasitas tinggi sementara yang lainnya tidak?
Apakah anda banyak berpikir tentang kapastias anda? Sebagian besar orang berpikir kapasitas mereka bersifat permanen. Anda mendengar seseorang disebut “kapasitas tinggi” sementara lainnya “berkapasitas rendah”, dan anda menerimanya begitu saja. bagaimana dengan kapasitas anda? Apakah anda menganggapnya tinggi, rendah, atau rata rata?, apakah anda pikir kapasitas anda sudah permanen? Mungkin belum melabelinya, tetapi sudah menempatkannya di tingkat pencapaian yang anda yakin bisa raih.
Itulah masalahnya
Begitu banyak orang mendengar kata kapasitas dan menganggapnya sebagai batasan. Mereka menanggapi kapasitas mereka permanen, terutama setelah usia tertentu. Orang orang tidak percaya kapasitas atau potensi mereka bisa tumbuh. Yang mereka lakukan hanyalah mencoba mengelola apapun yang mereka pikir mereka miliki
Banyak orang berpikir begitu. Aktivis Robert Verzola mengamati para ekonom sering memiliki batasan pola pikir seperti itu. Lebih parah lagi, mereka mencoba menyakinkan orang lain membangun pola pikir yang sama. Verzona mengatakan: “Asumsi paling mendasar dalam bidang ekonomi adalah kelangkaan. Hal itu tentu saja menjauhkan keberlimpahan. Dengan demikian, para ekonom arus utama tidak siap berurusan dengan berkelimpahan. Mereka hanya memiliki segelintir konsep yang bisa menjelaskannya. Mereka tidak punya persamaan yang bisa menggambarkannya. Jika dihadapkan pada keberlimpahan, mereka kembali lagi pada teori teori yang tidak memadai berdasarkan kelangkaan”
Dengan kata lain, mereka mendefinisikan dunia dalam kerangka keterbatasan. Mereka juga mendefinisikan orang orang dalam keterbatasan mereka. Itu terlalu membatasi. Sebaliknya, kita perlu mendefinisikan dunia dan diri kita dalam segala peluang yang ada
Sementara saya percaya seratus persen orang orang bisa berkembang, mengubah kapasitas mereka, dan meningkatkan potensi mereka, saya juga mengakui kita semua memiliki sumbat sumbat yang membatasi kapasitas kita. Beberapa sumbat bersifat permanen. Akan tetapi, sebagian besar tidak. Kita tidak boleh membiarkan sumbat sumbat tidak permanen itu mencegah kehidupan kita berkembang. Kita tidak boleh membiarkan sumbat sumbat itu menentukan potensi kita. Kita harus memandang melampaui sumbat itu dan melihat kemampuan kita sebenarnya sebelum bisa membuka sumbat itu dan mengembangkan kapasitas kita.
Charles Schulz, pencipta komuk Peanuts, menulis, “Hidup ini seperti sepeda sepulh gir. Sebagian besar kita punya roda gigi yang tidak pernah kita gunakan”. Yang dia maksud adalah sebagian besar kita memilik kapasitas yang belum dimanfaatkan. Kita punya kapasitas yang bahkan tidak kita sadari. Tetapi, kita bisa mengubahnya

2. Sadarilah berbagai peluang yang bisa  menjadikan anda lebih baik
Dalam bagian inilah saya ingin kita menghabiskan sebagian besar waktu. Saya ingin kita berfokus pada kesadaran. Semua pertumbuhan berlanjut membutuhkan kesadaran. Sayangnya, tanpa kesadaran, anda tidak akan tahu sedang tidak sadar. Itu adalah titik buta. Anda tidak tahu hal yang tidak anda ketahui, dan tidak bisa melihat hal yang tidak bisa anda lihat: situasinya sangat sulit.
Perjalanan saya menuju kesadaran diri sangat sederhana, tetapi butuh waktu, dengan bantuan orang lain yang menyadarkan saya. Dibutuhkan seseorang yang benar benar tahu cara membantu saya melihatnya. Pengalaman itu membuat saya ingin sekali mengembangkan kesadaran diri. Saya mulai bertanya tanya apa lagi yang saya lewatkan. Apa lagi yang tidak saya ketahui? Saya mulai bertanya tanya apakah ada hal lain di luar sana untuk saya.
Bab ini membahas proses yang saya kembangkan. Saya tidak menganggap sudah sampai ke tujuan. Saya masih terus bertanya kepada diri sendiri, apa yang kulewatkan? Tetapi, mudah mudahan hal yang saya bagi akan membantu anda lebih sadar diri, karena itu penting untuk mencapai kapasitas anda.
Kesadaran diri adalah ketrampilan yang kuat. Kesadaran diri memampukan anda melihat diri sendiri dengan jelas. Kesadaran diri menentukan keputusan anda dan membantu anda menimbang nimbang peluang. Kesadaran diri memungkinkan anda menguji batas potensi anda. Kesadaran diri memampukan anda memahami orang lain. Kesadaran diri membuat kemitraan dengan orang lain menjadi lebih kuat. Kesadaran diri memampukan anda memaksimalkan kekuatan dan meminimalkan kelemahan. Kesadaran diri membuka pintu menuju kapasitas yang lebih besar.
Berikut beberapa hal yang perlu dipikirkan ketika anda berusaha lebih sadar akan kemungkinan kemungkinan yang ada di depan anda:
PERHATIAN: MENCARI HAL YANG PERLU SAYA KETAHUI
Dalam buku saya, Winning with people, saya menulis tentang hukum yang mengatakan bahwa “diri kita menentukan cara kita melihat orang lain”. Dalam buku itu, saya berfokus pada cara perspektif mempengaruhi pandangan kita tentang dunia, orang lain dan kehidupan. Tetapi, diri kita juga menentukan cara kita melihat diri kita sendiri pun ada benarnya. Secara alami, kita cenderung melihat segala sesuatu sebagaimana kita selalu melihatnya. Jika ingin meningkatkan kapasitas, kita harus melihat secara berbeda. Kita harus bersedia memandang diri kita sendiri dan dunia dengan cara baru. Kita perlu memperhatikan dan mencari hal yang perlu diketahui

KESADARAN” MENEMUKAN HAL YANG PERLU SAYA KETAHUI
Seringkali, yang menghentikan orang orang mencapai kapasitas mereka bukanlah kurangnya keinginan, melainkan kurangnya kesadaran. Sayangnya, orang orang tidak secara kebetulan menjadi sadar diri. Selain itu, ada faktor faktor yang menghambat dan mencegah kita mengembangkan kesadaran diri yang luar biasa, seperti:
Alasan alasan
Fantasi kesuksesan tak mendasar
Berbicara tanpa mendengarkan orang lain
Emosi negative yang tidak terselesaikan
Kebiasaan merusak diri sendiri
Kurangnya refleksi diri
Keengganan berkorban demi mendapatkan pengalaman
Sebagian besar orang yang sudah mengembangkan kesadaran diri harus mengatasi satu atau lebih faktor faktor itu untuk sampai di tempat mereka saat ini. Mereka bekerja sangat keras. Dibutuhkan keinginan untuk menemukan kesadaran diri. Dibutuhkan kedisiplinan untuk mencermati diri sendiri dan merenungkan pengalaman pengalaman anda. Dibutuhkan kedewasaan untuk meminta orang lain membantu anda mengatasi titik titik buta anda
Menjadi sadar diri juga memerlukan bantuan dari orang lain yang bisa melihat anda lebih jelas dibandingkan diri sendiri. di masa lalu, ketika saya bekerja dengan seseorang yang tidak punya kesadaran diri, saya mengikuti proses berikut untuk membantu mereka menemukan hal yang perlu mereka ketahui tentang diri mereka sendiri:
1. Hubungan – saya memulai dengan membangun hubungan, lalu memastikan mereka tahu mereka penting bagi saya, dan saya ingin membantu mereka. Itu memberi mereka rasa aman dan memberi saya kredibilitas
2. Pemaparan – setelah membangun dasar dasar relasional, saya mencoba membantu mereka memahami betapa pentingnya kesadaran diri. Mereka perlu menyadari jika tidak memprioritaskan kesadaran diri, mereka akan terjebak dalam kehidupan dan tidak akan mampu bergerak maju. Tetapi, jika mereka bisa belajar melihat diri dengan lebih jelas dan mulai menentukan kapasitas diri, mereka akan berjalan maju menuju peningkatan kapasitas dan pencapaian potensi, lalu, saya bisa mulai mengungkap kekuatan dan kelemahan mereka dan memberikan sebanyak mungkin dorongan yang bisa saya tawarkan.
3. Pengalaman – sebagian besar orang harus ditunjukkan jalan untuk mengembangkan kesadaran diri yang lebih besar. Cara terbaiknya adalah menempatkan mereka dalam situasi yang mengharuskan mereka mengakui kelemahan mereka, memanfaatkan kekuatan, belajar dari pemimpin lain, dan mengevaluasi pengalaman mereka. Jika saya pemimpin mereka, saya akan bertanggung jawab untuk memfasilitasinya
4. Pertanyaan – mengajukan pertanyaan kepada orang orang membantu anda menilai apakah mereka sudah mengerti dan menjadi lebih sadar diri
5. Ulasan – langkah terpenting dalam proses membangun kesadaran adalah mengulas hasil. Membangun kesadaran diri adalah proses yang membutuhkan waktu dan pengulangan. Setiap kali seorang mentor atau pemimpin duduk bersama seseorang dan memberinya masukan yang jujur, jika masukan itu diterima dengan baik, orang itu telah mengambil langkah penting lain dalam proses tersebut
6. Pengulangan- hal terakhir yang perlu saya tunjukkan adalah ini bukanlah proses satu kali. Untuk membantu orang orang yang belum sadar diri, saya harus menasehati mereka beberapa kali
Dengan pola proses di atas, anda bisa membantu seseorang yang belum sadar diri mulai mengembangkan kesadaran diri. Tetapi,bagaimana jika anda sendiri yang belum sadar? Anda harus mencari seseorang , teman terpercaya, rekan, mentor, atau anggota keluarga, yang bisa membantu mengarahkan dan terus memberi anda masukan jujur

KEARIFAN: BERFOKUS PADA HAL YANG HARUS SAYA LAKUKAN
Ketika anda menemukan hal hal tentang diri mereka, anda perlu mencoba memahami mana yang membutuhkan perhatian anda sepenuhnya. Anda tidak bisa melakukan semuanya. Seperti pepatah lama yang mengatakan, “Kejarlah dua kelinci dan engkau tidak akan menangkap satu pun”
Ketika menemukan hal hal baru, kemana anda harus memusatkan perhatian?, pada kekuatan anda. Mungkin anda sudah tahu ini, ketika kita berfokus pada kelemahan, hal terbaik yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha mencapai hasil rata rata. Tidak ada yang mau menbayar untuk itu. Tidak ada orang sukses yang ingin mempekerjakan seseorang untuk melakukan pekerjaan standar. Orang orang sukses menginginkan keunggulan. Keunggulan berasal dari berfokus pada kekuatan anda, apa pun yang bisa anda lakukan dengan baik, cobalah lakukan dengan lebih baik lagi. Itulah jalan terbaik anda menuju peningkatan kapasitas. Setelah itu, kita akan melihat kapasitas inti yang dimiliki semua orang dan cara anda bisa mengembangkan kapasitas anda.

TEKAD: MELAKUKAN HAL YANG HARUS SAYA LAKUKAN
Dalam buku saya, Intentional living, saya membahas perbedaan besar antara niat baik dan hidup yang bermakna. Niat baik bisa membuat seseorang merasa baik, tetapi tidak benar benar menghasilkan sesuatu yang positif untuk dirinya dan orang lain. Kuncinya adalah tindakan. Kita hanya akan menghasilkan hasil jika mengambil hal yang telah kita pelajari dan menerapkannya dalam tindakan
Ketika usia saya masih dua puluh tahunan, saya sadar harus sangat meniatkan diri untuk bertumbuh jika saya ingin membuat perbedaan di dunia ini. Jadi saya duduk dan menulis sesuatu yang saya sebut The Mundane Man (manusia biasa), isinya seperti ini:
“Hal yang menyedihkan adalah saat seseorang merasa benar benar puas dengan kehidupan yang ia jalani, gagasan yang ia pikirkan dan perbuatan yang ia lakukan, hingga ia berhenti mengetuk pintu jiwanya selamanya, tak lagi ingin melakukan sesuatu yang lebih besar bagi Tuhan dan sesama manusia”
Saya menulisnya karena saya tidak pernah ingin menjadi orang biasa. Saya percaya, tak seorangpun menginginkannya, tetapi saya rasa kita semua terancam menjadi biasa biasa saja. namun ada penghancur alami yang mencoba menghambat kita menantang kapasitas diri. Kita harus berjuang mengalahkan kecenderungan itu
Jika ingin memperbaikinya, anda harus menyadari sedang hidup di bawah level potensi anda. Meskipun selama ini anda sangat produktif dan sukses, anda bisa meningkatkannya. Anda bisa menambah kapasitas anda, anda punya lebih banyak hal dalam diri yang belum pernah anda manfaatkan. Ada jalan menuju potensi lebih besar jika anda bersedia menempuhnya

3. Anda bisa menyingkirkan “sumbat” kapasitas anda
Langkah selanjutnya meningkatkan kapasitas anda adalah menyingkirkan sumbat yang menahan anda. Pernahkah anda mendengar atau membaca cara orang orang melatih gajah? Bagaimana mereka bisa disuruh tinggal di satu tempat hanya dengan seutas tali kecil yang menahan mereka? Itu luar biasa, mengingat gajah Asia jantan yang sudah dewasa memiliki tinggi bahu tiga meter dan beratnya sekitar empat ton. Apa rahasianya?
Ketika seekor gajah masih sangat muda dan beratnya hanya beberapa ratus kilo saja, dia dibatasi oleh rantai yang mengikat kakinya dan terhubung ke pohon atau tonggak yang ditanam dalam dalam. Ketika hewan itu mencoba pergi dan mengetahui dia tidak bisa memutuskan rantainya, dia membatasi dirinya sendiri. dia percaya batasan apapun yang dilakukan padanya, bahkan seutas tali yang bisa dia putuskan dengan mudah, lebih kuat daripada dirinya
Kita seperti gajah itu, kita sering percaya beberapa batasan yang mungkin pernah kita alami sebelumnya bersifat permanen. Kita diberitahu punya keterbatasan yang sebenarnya tidak kita miliki dan hal hal itu menahan kita agar tidak menempuh perjalanan hidup yang kita dambakan. Inilah rantai yang perlu kita putuskan
Kesadaran mengubah segalanya. Segera setelah kita menyadari beberapa “batasan” bersifat palsu, kita bisa mulai mengatasi sebagian besar diantaranya. Kita bisa menyingkirkan sumbat sumbat itu dan membuka jalan bagi pertumbuhan. Saya akan membahas lebih banyak tentang hal ini nanti
Dalam buku If It Ain’t Broke…Break it!, Robert Kriegel dan Louis Patler menulis, “Kita sama sekali tidak tahu hal yang membatasi orang orang. Semua tes, stopwatch, dan garis finis di dunia tidak bisa mengukur potensi manusia. Ketika kita mengejar impian, tindakan kita jauh melampuai hal yang tampaknya menjadi batasan. Potensi yang ada dalam diri kita tidak terbatas dan sebagian besar belum dimanfaatkan”. Proses itu dimulai dengan mengembangkan kesadaran tentang sumbat sumbat yang membatasi anda

4. Anda bisa mengembangkan kapasitas yang sudah anda miliki
Setiap orang memiliki kapasitas sesuai bakat alami mereka, beberapa di antaranya memerlukan kemampuan yang sangat spesifik, seperti musisi orchestra, atlet professional, dan seniman seniman besar. Yang lainnya lebih bersifat umum dan mengandalkan serangkaian keahlian. Dalam buku ini saya mengidentifikasi dan meneliti tujuh dari kapasitas itu:
1. Kapasitas energy – kemampuan terus berupaya secara fisik
2. Kapasitas emosional – kemampuan mengelola emosi
3. Kapasitas berpikir – kemampuan berpikir efektif
4. Kapasitas relasional – kemampuan membangun hubungan
5. Kapasitas kreatif – kemampuan melihat pilihan dan menemukan jawaban
6. Kapasitas produksi – kemampuan menghasilkan karya
7. Kapasitas kepemimpinan – kemampuan mengembangkan dan memimpin orang lain
Akan saya jelaskan bagaimana memaksimalkan bakat yang anda miliki sehingga dapat meningkatkan kapasitas anda dalam setiap area itu.

5. Anda bisa membuat pilihan yang memaksimalkan peluang yang anda miliki
Anda juga memiliki kapasitas lain yang lebih bergantung pada pilihan anda. Meskipun bakat memang menentukan, tetapi perannya tidak begitu penting dalam area ini. Saya ingin membantu anda mengidentifikasi pilihan pilihan yang bisa anda buat meningkatkan kapasitas anda:
1. Kapasitas tanggung jawab – pilihan untuk mengambil alih kendali hidup anda
2. Kapasitas karakter – pilihan pilihan anda berdasarkan nilai nilai yang baik
3. Kapasitas keberlimpahan – pilihan untuk percaya yang anda punya lebih dari cukup
4. Kapasitas disiplin – pilihan untuk memusatkan perhatian dan menindaklanjutinya
5. Kapasitas intensional – pilihan untuk bertekad mengejar hal penting
6. Kapasitas sikap – pilihan untuk bersikap positif, bagaimanapun keadaannya
7. Kapasitas resiko – pilihan untuk keluar dari zona nyaman
8. Kapasitas spiritual – pilihan untuk memperkuat iman
9. Kapasitas pertumbuhan – pilihan untuk berfokus pada seberapa jauh anda bisa melangkah
10. Kapasitas kemitraan – pilihan untuk berkaloborasi dengan orang lain
Ketika anda memasangkan pengembangan kapasitas dengan pemaksimalan pilihan, anda akan mulai mengembangkan momentum pribadi menuju potensi. Momentum bukanlah hasil sebuah dorongan saja, melainkan banyak dorongan yang dilakukan terus menerus dari waktu ke waktu

SEBERAPA JAUH ANDA MELANGKAH?
Baru baru ini saya mendengarkan kisah yang diceritakan Jesse Itzler. Kisah itu menggambarkan batasan batasan yang sering kita biarkan menghambat diri sendiri. Itzler, memulai kariernya di bisnis music sebagai rapper, menjadi seorang pengusaha, mendirikan Marquis Jet, kemudian menjadi salah satu pemilik Atlanta Hawks. Sebagai orang dengan banyak pencapaian, Itzler juga senang mengikuti lomba lari jarak jauh.
Itzler mengatakan dirinya mengikuti lomba lari yang melelahkan itu sebagai anggota sebuah tim estafet dan melihat seorang pria berlari dalam lomba itu sebagai peserta tunggal. Dia kemudian tahu pria itu adalah anggota Navy SEAL. Itzler akhirnya meminta orang itu menghabiskan waktu bersamanya dan keluarganya supaya mereka bisa belajar dari pengalaman dan kebijaksanaannya. Itzler juga ingin anggota SEAL itu melatihnya. Pria itu setuju selama Itzler berjanji melakukan semua yang dimintanya dan tidak menggunakan nama aslinya
Dalam bukunya Living with a SEAL, Itzler menggambarkan pada hari yang ditentukan, anggota SEAL itu muncul di apartemen Itzler di Manhattan tepat pada menit yang sudah dijanjikan. Ia hanya mengenakan celana pendek, kaos oblong, dan sepatu lari. Saat itu adalah puncak musim dingin. Anggota SEAL itu tidak terpengaruh
Selama tiga puluh satu hari, anggota SEAl itu menggembleng fisik dan mental Jesse. Mereka berlatih dua, tiga atau empat kali sehari. Kadang kadang mereka bangun sebelum fajar dan berlari di Central park. Di lain waktu, anggota SEAL itu akan secara spontan meminta Jesse melakukan latihan yang melelahkan di kantornya, di tengah jam kerja. Merka bisa tengah malam berlari bermil mil jauhnya melewati salju dan es. Mereka pergi ke danau terdekat yang membeku, membuat lubang di es, terjun ke dalam air yang dingin, lalu berlari kembali ke tempat berlindung sebelum hipotermia mulai menyerang. “Kalau kau ingin didorong hingga mencapai batasmu”, kata anggota SEAL itu menjelaskan, “Kau harus berlatih hingga mencapai batasmu”
Setelah sebulan berlatih, Itzler hanya tahu beberapa potong informasi tentang mentornya. Banyak kisah anggota SEAL itu yang teta menjadi misteri. Jesse hanya tahu anggota SEAL itu sering memilih tidak makan. “Aku hanya ingin pergi tidur dengan lapar…jadi aku terbangun dengan lapar. Hidup ini tentang keluar dari zona nyaman kita”. Atau, dia akan tidur di luar dalam suhu di bawah nol derajat, hanya mengenakan celana dan kemeja tipis. “Kalau tidak menantang diri sendiri, kau tidak akan mengenal dirimu sendiri”. Tetapi mungkin pelajaran terbesar yang Jesse dapatkan dari anggota SEAL itu adalah ceritanya tentang lomba lati yang pernah ia ikuti. Itzler menulis:
“Saya tahu anggota SEAL itu pernah mengikuti perlombaan yang mengizinkannya memilih berlari selama dua puluh empat jam atau empat puluh delapan jam. Yang mengejutkan, anggota SEAL itu mendaftar untuk lari empat puluh depalan jam. Setelah dua puluh tiga jam, dia sudah berlari sekitar 130 mil, tetapi otot paha depannya robek. Dia bertanya kepada penanggung jawab lomba apakah mereka bisa memasukkannya ke lomba yang dua puluh empat jam saja. ketika dia diberitahu mereka tidak bisa melakukannya, dia hanya berkata, “Aku mengerti”, lalu meminta pita perekat dan membungkus otot pahanya, dia berjalan, pincang, dengan ototnya yang robek selama dua puluh empat jam terakhir menyelesaikan lomba dan menggenapkan waktunya hingga empat puluh delapan jam”.
Penilaian anggota SEAL itu sangat menarik. “ketika kau berpikir sudah selesai, kau hanya menggunakan empat puluh persen kapasitas tubuhmu. Itu hanya batas yang kita ciptakan untuk diri kita sendiri”.
Ketika waktu Jesse dengan pelatih khususnya berakhir, Jesse merenungkan hal yang telah dipelajarinya dan bagaimana itu mengubahnya:
“Kali pertama anggota SEAL itu datang, dia bilang aku perlu mengontrol pikiranku. Kupikir itu hanya pepatah atau komentar asal asalan, tetapi kurasa ada lebih banyak kebenaran di dalamnya daripada yang semua kupikirkan. Pikiran kita kadang kadang mengatakan kebohongan kecil tentang diri kita sendiri, dan kita mempercayainya. Kita pikir kita tidak mampu melakukan ini atau itu. Itu tidak benar, kupandangi anggota SEAL itu. Dia hanya ingin menjadi lebih baik keesokkan hari. Itu juga yang kuinginkan sekarang”.
Itu tujuan yang baik untuk Jesse, saya dan anda. Mungkin ketika memulai perjalanan ini, kapasitas anda berada di level empat puluh persen. Apa yang akan terjadi jika anda berasumsi anda memilikinya setidaknya enam puluh persen kapasitas yang lebih besar daripada yang anda percayai? Anda mungkin bukan anggota Navy SEAL, tetapi ada lebih banyak hal dalam diri anda yang belum dimanfaatkan. Bagaimana jika besarnya bukan enam puluh persen?, bagaimana jika hanya empat puluh, dua puluh, atau bahkan sepuluh persen? Bukankah itu masih mampu mengubah hidup anda? Mempercayai anda memiliki lebih banyak hal lalu berusaha memanfaatkannya bisa menjadi langkah pertama menggambarkan ulang kapasitas anda dan merangkul kehidupan tanpa batasan

APA YANG MENAHAN ANDA?
Anda siap menyambut tantangan kapasitas? Saya yakin anda ingin meningkatkan kapasitas anda dan ingin mencapai lebih banyak hal. Mungkin anda juga menyukai gagasan tentang meningkatkan potensi anda. Tetapi, apakah anda masih ragu?, mungkin akan membantu jika anda melakukan tes penilaian pengembangan kapasitas, untuk membantu mengukur posisi kapasitas anda saat ini. Jika itu yang anda inginkan, saya sarankan anda berhenti sekarang dan menilai diri di website khusus menguji kapasitas anda. Beberapa paragraph terakhir dalam bab ini bisa menunggu, tetapi kapasitas anda tidak
Mempertahankan status quo lebih mudah daripada menerima tantangan kapasitas. Jika menginginkannya, anda bisa menemukan banyak alasan tidak berusaha meraih potensi anda. Tetapi, seharusnya itu tidak menghentikan anda.
Ketika saya masih kecil, saya mendengar cerita dari keluarga ibu saya tentang Henry Ford. Paman paman Ibu saya mengenalnya dengan baik. Pada pertengahan tahun 1890 an, Ford mulai membangun kendaraan pertamanya yang dibuat dengan bagian bagian sepeda dan mesin bakar. Dia mengerjakannya dalam toko di belakang rumah sewa tempat dia dan istrinya tinggal. Dia percaya kapasitas orang orang melakukan perjalanan bisa ditingkatkan. Tentu saja orang orang meragukannya. Orang orang mengira dia tidak bisa melakukannya. Yang lainnya menentang idenya karena mereka yakin, tidak ada cukup jalan dibangun untuk menampung kendaraan yang memiliki tenaga sendiri. tetapi, Ford tidak gentar
Tahun 1896, Ford menyelesaikan proyeknya. Kendaraannya diberi nama Quadricyle. Meskipun begitu, dia membuat satu kesalahan kecil dalam perhitungan. Kendaraan itu terlalu besar untuk melewati pintu tokonya. Jadi apa yang dia lakukan?, dia menjebol dinding untuk mengeluarkannya. Dia tidak akan membiarkan kurangnya kapasitas pintu itu membatasi kapasitasnya
Tentu saja, Ford kemudian mendirikan Ford Motor Company pada 1903. Keyakinannya pada kapasitas tanpa batasan membantunya mengubah proses manufaktir mobil yang lambat, dan dibuat teliti dengan tangan menjadi proses yang otomatis, cepat dan efesien sehingga mobil dapat dimiliki orang orang biasa. Tahun 1924, perusahaannya sudah memproduksi 10 juta mobil. Tiga tahun kemudian, produksinya mencapai lebih dari 15 juta
Mencoba membangun hidup anda tanpa menyingkirkan batasan batasan dan meningkatkan kapasitas anda sama seperti membuat mobil di gudang kecil lalu tidak tidak bersedia meruntuhkan dinding untuk mengeluarkan mobil ke jalan. Dalam keadaan terkurung, kapasitas anda tidak bisa pergi ke manapun. Singkirkan batasan itu, dan dunia akan terbuka untuk anda

PERTANYAAN KESADARAN KAPASITAS
1. Kemampuan dan pilihan apa yang tercantum dalam bab ini yang bisa anda inginkan untuk meningkatkan kapasitas serta mencapai tingkat yang lebih tinggi?
2. Seperti apakah perubahan hidup anda jika anda hendak meningkatkan kapasitas dalam area area itu? Jelaskan wujud perubahan itu dan seperti apa perasaan anda nantinya
3. Apa strategi anda untuk mengembangkan kesadaran diri yang lebih besar? Siapa yang anda harapkan membantu anda belajar, berubah dan berkembang?
Tulisan ini diambil dari buku No Limits, John C. Maxwell p7-23